Khitbah 2



19 Rabiul Awal 1438 H

            Maa syaa Allah aku tidak menyangka, terasa begitu cepat, hari ini orangtua dan keluarga calon suamiku datang ke rumah. Ada rasa bahagia juga terharu dengan kejutan yang Allah berikan untukku. Rencana Allah sungguh luar biasa dan jauh di luar perkiraanku. Termasuk tentang calon suamiku, dia adalah laki-laki yang tidak kukenal, aku pun tidak pernah membayangkan dia yang akan menjadi suamiku. Maha Kuasa Allah mempertemukan kami melalui perantara sahabat-sahabat kami, ini merupakan takdir yang sudah Allah tetapkan untuk kami. Allah ingin kami bertemu melalui perantara sahabat kami.
            Aku terus bersyukur kepada Allah, karena Allah telah memilihkan seorang laki-laki untuk menjadi imam dalam hidupku dan bersamanya baik di dunia maupun di syurga-Nya nanti, in syaa Allah, aamiin.
            Sungguh, semua yang kupinta kepada Allah dan harapan-harapan yang selalu kusebut dalam setiap untaian doaku ada pada dirinya, tak henti ku bersyukur kepada-Mu Ya Allah, Sang Maha Kuasa yang selalu memberikan yang tepat dan terbaik untuk hamba-Nya.
            Yang sekarang terpikir dalam benakku adalah, apakah aku adalah wanita yang sesuai dengan kriteria yang dia harapkan. Aku selalu yakinkan diriku bahwa Allah lah yang membuka hatinya untuk memilihku dan Allah lah yang memudahkan langkahnya untuk silaturahim ke rumah orangtuaku dan bertemu dengan kedua orangtuaku.
            Aku berharap dan terus mengharap kepada Allah agar Allah menjadikan diriku sebagai sebaik-baik wanita yaitu wanita sholehah dan istri sholehah. Aku hanyalah seorang wanita biasa yang tidak luput dari kesalahan dan wanita biasa yang bisa terpengaruh dengan godaan syaitan. Ya Allah, lindungilah diriku dan dirinya agar kami bisa menjaga hati kami agar tetap suci hingga nanti kami benar-benar Halal dan sah menjadi suami istri. Aku ingin agar aku dan suamiku saling mencintai setelah kami menikah, setelah akad terucap disanalah rasa cinta dan kasih sayang akan tumbuh dengan kuasa-Mu ya Robb. Jika rasa itu mulai layu dan pudar, siramilah dengan cinta dan kasih sayang-Mu agar cinta dan kasih sayang kami selalu tumbuh dan berkembang hingga nanti, serta cinta dan kasih sayang yang kami miliki adalah atas kehendak dan ridho-Mu ya Illahi Robbi....
            Aku juga bahagia karena kedua orangtua dan keluarga calon suamiku menerimaku sebagai calon menantu mereka. Aku berharap semoga aku bisa menjadi menantu sholehah, kedua orangtua dan keluarga suamiku adalah kedua orangtua dan keluargaku juga, aku akan mencintai dan menyayangi mereka seperti aku mencintai dan menyayangi kedua orangtua dan keluargaku sendiri.
            Ketika kita ridho akan ketetapan Allah baik itu berupa nikmat atau musibah, maka hati kita akan terasa begitu damai dan kita akan melihat dan merasakan betapa kasih sayangnya Allah kepada diri kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Sosiologi

Batamat Qur'an