Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Yes Nikah, and No Pacaran. Menikah tanpa Pacaran agar semakin berkah

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuh.... Hai, sahabat... Gimana nih kabar kalian, semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Aamiin. Rasanya sudah lama aku tak update tulisan di blog kesayanganku ini.  Iya, sudah cukup lama.... dan kali ini in syaa Allah, aku akan update tulisan lagi. Harapanku semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembacanya ya.... aamiin. Pada kesempatan kali ini aku ingin menuliskan tentang pernikahan, mulai dari langkah pertama menuju pernikahan. Oke langsung aja kali ya... :D oya, mungkin disini aku lebih ke pandangan wanitanya ya, he. Karena aku kurang paham bagaimana pandangan laki-laki terhadap pernikahan. Menikah, kata ini merupakan suatu ungkapan yang bisa membuat seorang wanita bahagia, mengapa? Karena menikah itu selain bernilai ibadah juga menyatukan dua insan yang berbeda, iya berbeda, mungkin sangat jauh atau sangat sedikit titik perbedaannya. Apapun itu, ketika sudah menikah in syaa All...

Berbahagialah Wanita Sholehah...

Untukmu dan Untukku... Aku hanyalah seorang wanita biasa yang tak luput dari salah, namun kuingin dan berusaha menjadi sebaik-baik wanita yaitu wanita sholehah. Kadangku cemburu padamu wahai bidadari, kalian sangat terjaga dan jelita. Alhamdulillah, akhirnya kutemui sebuah tulisan yang menentramkan hatiku, Aku bersyukur ibunda kita Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang keutamaan wanita dunia dan bidadari. Alhamdulillah jawaban Rasulullah Saw. sangat menyejukkan hati. Semoga tulisan ini bermanfaat. Tulisan ini saya kutip dari buku Agar Bidadari Cemburu padamu karya Salim A. Fillah. Ini merupakan sebuah dialog antara Ummu Salamah dengan Rasulullah Saw. Dialog ini merangkum sifat-sifat bidadari yang ingin kita kenali. Jika membacanya anda menjadi cemburu pada bidadari, maka tenanglah. Karena sungguh indah, bahwa dialog beliau berdua diakhiri dengan peyakinan bahwa Wanita Dunia JAUH LEBIH BAIK DAN PATUT DICEMBURUI OLEH BIDADARI. Wanita yg bagaimana? Simak saja...

Wasiat untuk Istri

Wasiat Untuk Istri             Wasiat seorang ibu kepada anaknya yang akan menikah. “Wahai anakku, bawalah dariku sepuluh wasiat, hal itu akan menjadi tabunganmu dan mengingatkanmu. 1.       Selalu qanaah 2.       Bergaul dengan suami dengan tunduk dan patuh dengan cara yang baik 3.       Perhatikanlah hal-hal yang akan dipandang suami, jangan sampai sempat pandangannya itu kepadamu dengan keadaan yang tidak baik. 4.       Memperhatikan ciuman hidung, jangan sampai dia mencium kecuali aroma terbaik darimu. 5.       Celak yang terbaik dan parfum yang paling bagus 6.       Memperhatikan waktu makan, karena panasnya rasa lapar itu akan meluap, hendaklah diperhatikan ketenangan tidurnya, karena tidur yang tidak nyaman akan memunculkan rasa marah 7.    ...