Berbahagialah Wanita Sholehah...


Untukmu dan Untukku...

Aku hanyalah seorang wanita biasa yang tak luput dari salah, namun kuingin dan berusaha menjadi sebaik-baik wanita yaitu wanita sholehah.
Kadangku cemburu padamu wahai bidadari, kalian sangat terjaga dan jelita.
Alhamdulillah, akhirnya kutemui sebuah tulisan yang menentramkan hatiku, Aku bersyukur ibunda kita Ummu Salamah pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang keutamaan wanita dunia dan bidadari.
Alhamdulillah jawaban Rasulullah Saw. sangat menyejukkan hati. Semoga tulisan ini bermanfaat. Tulisan ini saya kutip dari buku Agar Bidadari Cemburu padamu karya Salim A. Fillah.

Ini merupakan sebuah dialog antara Ummu Salamah dengan Rasulullah Saw. Dialog ini merangkum sifat-sifat bidadari yang ingin kita kenali. Jika membacanya anda menjadi cemburu pada bidadari, maka tenanglah. Karena sungguh indah, bahwa dialog beliau berdua diakhiri dengan peyakinan bahwa Wanita Dunia JAUH LEBIH BAIK DAN PATUT DICEMBURUI OLEH BIDADARI. Wanita yg bagaimana? Simak saja!
Al Imam Ath Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Salamah, bahwa ia Radhiyallahu Anha berkata,"Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yg bermata jeli..."
Beliau menjawab,"Bidadari yg kulitnya bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar."
aku (Ummu Salamah) berkata lagi,"Jelaskanlah padaku Ya Rasulullah, tentang firmanNya: Laksana mutiara yg tersimpan baik (Al-Waqiah:23)..!
Beliau menjawab,"Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.."
Aku bertanya,"Ya Rasulullah, jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah: Di dalam surga itu ada bidadari yg baik-baik lagi cantik-cantik (Ar-Rahman:70)..!
Beliau menjawab,"Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita."
Aku bertanya lagi,"Jelaskanlah padaku firman Allah: Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yg tersimpan baik. (Ash Shaffat:49)..!
Beliau menjawab,"Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada bagian dalam telur dan terlindung dari kulit bagian luarnya, atau yg biasa disebut putih telur."
Aku bertanya lagi, "Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah: Penuh cinta lagi sebaya umurnya (Al-Waqiah:37)..!
Beliau menjawab,"Mereka adalah wanita-wanita yg meninggal di dunia dalam usia lanjut dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Allah menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi, dan umurnya sebaya."
Aku bertanya lagi,"Ya Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?"
Beliau menjawab,"Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yg nampak dari apa yang tidak terlihat."
Aku bertanya,"Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?"
Beliau menjawab,"Karena SHALAT mereka, PUASA dan IBADAH mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata,"Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami selalu ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yg memiliki kami dan kami memilikinya."
Aku berkata,"Ya Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga. Siapakah di antara laki-laki itu yg akan menjadi suaminya di surga?"
Beliau menjawab,"Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa di antara mereka yg paling baik akhlaqnya. Lalu dia berkata,"Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yg paling baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya..."
...Wahai Ummu Salamah, AKHLAQ YANG BAIK ITU AKAN MEMBAWA DUA KEBAIKAN, DUNIA DAN AKHIRAT." (H.R. Ath Thabrani)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Sosiologi

Batamat Qur'an