Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Khitbah 2

19 Rabiul Awal 1438 H             Maa syaa Allah aku tidak menyangka, terasa begitu cepat, hari ini orangtua dan keluarga calon suamiku datang ke rumah. Ada rasa bahagia juga terharu dengan kejutan yang Allah berikan untukku. Rencana Allah sungguh luar biasa dan jauh di luar perkiraanku. Termasuk tentang calon suamiku, dia adalah laki-laki yang tidak kukenal, aku pun tidak pernah membayangkan dia yang akan menjadi suamiku. Maha Kuasa Allah mempertemukan kami melalui perantara sahabat-sahabat kami, ini merupakan takdir yang sudah Allah tetapkan untuk kami. Allah ingin kami bertemu melalui perantara sahabat kami.             Aku terus bersyukur kepada Allah, karena Allah telah memilihkan seorang laki-laki untuk menjadi imam dalam hidupku dan bersamanya baik di dunia maupun di syurga-Nya nanti, in syaa Allah, aamiin.         ...

Khitbah

Senin, 12 Robiul Awal 1438 H             Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang bersejarah buatku, karena hari ini Allah telah mengirimkan seorang laki-laki yang insya Allah baik akhlaknya dan baik agamanya untuk melamarku.             Maha Kuasa Allah, Allah mengijabah doa kedua orangtuaku, keluargaku, dan doa-doaku. Sebenarnya aku sangat gugup, aku belum pernah mengajak teman laki-laki berkunjung ke rumah, kalau pun pernah itu hanya pas ada kerja kelompok dan itu pun saat ku masih SD dan Aliyah 1 kali. Maa Syaa Allah, aku benar-benar gugup, aku juga tidak bisa mengontrol diriku agar tidak terlalu gugup. Apalagi saatku mengantar minuman ke depan dan saat itu pula dia melirikku, aku semakin gugup, gelas-gelas yang kubawa juga ikut gemetar.             Meski demikian, aku senang dan bahagia, akhirnya Allah mengiz...

Berbagi semoga Bermanfaat

Teruntuk Calon Imamku Dunia Akhirat yang In syaa Allah menjadi Suamiku Wahai suamiku, aku merasa beruntung bisa menjadi istrimu. Aku merasa menjadi wanita yang paling beruntung, karena Allah mempertemukan dan mempersatukan kita dengan cara-Nya. Pertemuan kita pun bukanlah rencana kita. Kita bertemu atas rencana-Nya. Rencana Sang Maha Kuasa. Kita tak pernah saling sapa, kita tak pernah pula bertemu bahkan tak pernah saling tatap. Allah lah yang membuka hati kita untuk saling menerima. Allah lah yang menuntun hatimu dan hatiku untuk memilih dan menerima. Kamu memilih aku dan aku menerimamu. Aku mencintaimu dan menyayangimu karena Allah. Aku ingin seperti Khadijah radhiyallahu anha, istri yang sangat dicintai Rasulullah, istri yang selalu ada untuk suami, istri yang selalu menenangkan hati suami, istri yang selalu menyenangkan suami, istri yang selalu ada untuk suami disaat senang maupun susah. Istri yang berjuang bersama suami dalam mendakwahi ummat menuju cahaya kebenaran...

Coretan Kecil Wanita Biasa 2

  Teruntuk kau calon Imamku yang In syaa Allah sebentar lagi akan menjadi Imamku dunia akhirat.             Sejujurnya aku ingin menceritakan semua ini. Jauh sebelum kita ditaarufkan oleh sahabat-sahabat kita, aku sering curhat kepada Sang Maha Kuasa. Aku berharap kepada Allah agar nanti ketika aku menikah, aku ingin di rumah saja, meski di rumah aku ingin mengajar mereka yang ingin belajar terutama belajar Al-Quran, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Aku juga ingin mengajar mereka yang ingin belajar pengetahuan-pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah khususnya anak-anak yang masih sekolah terutama mereka yang masih MI atau SD.             Aku juga ingin mengajar dengan suka rela tanpa berharap balasan materi. Aku hanya mengharapkan balasan dari Allah, karena aku ingin menjadi sebaik-baik manusia yang disabdakan Baginda Rasulullah yaitu sebaik-baik manus...

Wanita Biasa yang Ingin menjadi Wanita Sholehah

Coretan Kecil Wanita Biasa             Pagi ini ketika aku melihat whatsApp dari sahabatku, aku pun membaca tulisan yang dia kirim. Setelah membacanya, tiba-tiba mata ini meneteskan air dan aku pun tidak bisa menahannya agar tidak keluar dan jatuh. Hatiku terasa sedih. Aku sadar aku bukanlah wanita yang punya banyak keahlian, dan aku juga bukan wanita karier. Kadang aku sedih, apakah hidupku bermanfaat untuk orang lain, karena aku sangat ingin menjadi manusia seperti yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah yaitu sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lainnya.             Aku ingin hidupku bermanfaat baik untuk diriku maupun untuk orang lain. Mungkin aku tidak bisa seperti mereka yang bisa membagi waktu mereka untuk keluarga dan karier mereka. Namun begitu, aku juga ingin hidupku bermanfaat itu saja.         ...