Coretan Kecil Wanita Biasa 2


 
Teruntuk kau calon Imamku yang In syaa Allah sebentar lagi akan menjadi Imamku dunia akhirat.

            Sejujurnya aku ingin menceritakan semua ini. Jauh sebelum kita ditaarufkan oleh sahabat-sahabat kita, aku sering curhat kepada Sang Maha Kuasa. Aku berharap kepada Allah agar nanti ketika aku menikah, aku ingin di rumah saja, meski di rumah aku ingin mengajar mereka yang ingin belajar terutama belajar Al-Quran, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Aku juga ingin mengajar mereka yang ingin belajar pengetahuan-pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah khususnya anak-anak yang masih sekolah terutama mereka yang masih MI atau SD.
            Aku juga ingin mengajar dengan suka rela tanpa berharap balasan materi. Aku hanya mengharapkan balasan dari Allah, karena aku ingin menjadi sebaik-baik manusia yang disabdakan Baginda Rasulullah yaitu sebaik-baik manusia diantara kalian adalah yang belajar dan mengajar Al-Quran.
            Selain mengajar aku juga ingin belajar, dulu aku juga sering bicara dengan diriku sendiri dan aku yakin Allah mendengar perkataanku. Aku ingin belajar terutama tentang pengetahuan agama. Dan aku ingin menuntut ilmu bersama mahramku yaitu suamiku. Mungkin dulu aku sangat ingin melanjutkan kuliahku. Namun karena bagiku, menuntut ilmu dan belajar tidak hanya di bangku kuliah, aku yakinkan diriku bahwa aku bisa belajar dimana saja dan kapan saja, aku bisa belajar dari mereka yang sudah punya gelar di atasku atau aku pun juga bisa belajar dari mereka yang lebih muda dariku. Karena dalam belajar kita tidak perlu melihat siapa yang menyampaikannya tapi kita harus melihat apa yang dia sampaikan, jika itu bermanfaat maka kita harus menerimanya, meskipun yang mengatakannya adalah anak kecil. Sering aku belajar dari mereka yang jauh lebih muda dariku, termasuk adikku sendiri. Sering adikku mengingatkan aku tentang perkataan yang pernah ku sampaikan padanya. Aku senang ternyata adikku mengingat apa yang pernah ku sampaikan padanya.
            Wahai calon imamku, mungkin aku tidak seproduktif wanita-wanita di luar sana, mereka yang bisa berbagi kepada banyak orang, mereka yang bisa menginspirasi banyak orang, mereka yang bisa menghasilkan berbagai karya yang bisa dinikmati oleh orang, mereka yang pandai berbisnis dan berwirausaha dan aku juga bukan seperti mereka yang mungkin bisa membagi waktu mereka untuk keluarga dan karier mereka.
            Wahai calon imamku, pernah terpikir dalam benakku, aku ingin punya usaha sendiri seperti Sayyidah Khadijah ra, yang mana beliau meminta orang lain untuk memperdagangkan dagangan beliau. Jika aku harus bekerja, aku ingin seperti beliau, aku tetap berada di rumah dan orang lain yang menjalankannya. Aku ingin dengan usaha itu kita bisa membantu orang lain.
            Wahai calon imamku, kelak meskipun hidup kita sederhana, aku ingin kita tetap bisa berbagi dengan mereka yang memerlukan. Aku ingin hidup kita bermanfaat dan bernilai ibadah di sisi Allah.
            Wahai calon imamku, aku ingin kelak jika kita dikaruniani Allah keturunan, aku ingin aku yang merawat dan mendidiknya bersamamu, aku tidak ingin orang lain yang mengasuhnya, bukan aku tidak percaya mereka, namun aku tidak ingin merepotkan mereka, aku hanya ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti, aku ingin kita yang langsung mendidik dan mengajarkan mereka.
            Maafkan aku jika aku seperti ini, dan maafkan aku karena punya banyak kekurangan. Maafkan aku tidak bisa seperti mereka.
            Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri dengan apa-apa yang telah Allah berikan pada diriku, aku ingin meneladani sifat Baginda Rasulullah, tingkah laku beliau dan semuanya. Disini aku masih belajar dan berusaha untuk menjadi sebaik-baik wanita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Buku Sosiologi

Batamat Qur'an