Resensi Buku Sosiologi



  1. SOSIOLOGI
    A.    Identitas Buku
    Judul Buku               : Sosiologi Edisi.   ke.enam (Sociology, Sixth Edition)
    Penulis                      : Paul B. Horton dan Chester L. Hunt alih bahasa oleh
                                        Drs. Aminuddin Ram, M.Ed
    Editor                       : Herman Sinaga
    Bahasa                      : Indonesia
    Genre                       : Non Fiksi
    Penerbit                    : Erlangga
    Kota terbit                : Jakarta
    Tahun terbit              : 1984
    Tebal                        : 263 halaman
    B.     Tujuan Pengarang Buku
                Tujuan pengarang mengarang buku ini adalah yang pertama agar mampu menarik minat mahasiswa dan dapat menyajikan proses dan tantangan observasi ilmiah, serta analisis perilaku sosial secara menarik dan enak dibaca. Kedua, berupaya menumbuhkan kebiasaan mahasiswa untuk melakukan analisis ilmiah terhadap data sosial. Ketiga, untuk menyuguhkan konsep-konsep dasar dan materi sosiologi yang deskriptif secara jelas dan mudah dimengerti. Pengarang mencoba untuk tidak menggunakan sumber-sumber yang langka, tetapi memanfaatkan bahan-bahan yang lebih mudah diperoleh oleh kebanyakan mahasiswa. Seringkali pengarang menggunakan sumber buku- buku sastra dan populer untuk ilustrasi. Pengarang melakukan hal tersebut untuk menekankan bahwa sosiologi merupakan observasi dan analisis yang cermat tentang kehidupan sehari-hari, dan untuk menekankan bahwa konsep dan wawasan sosiologi dapat diterapkan terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar kehidupan mahasiswa.
    C.    Tujuan Resensator
                Tujuan saya meresensi buku ini adalah yang pertama karena untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan IPS 1, yang kedua untuk menambah wawasan pengetahuan saya mengenai konsep-konsep yang ada pada sosiologi dan bagaimana hubungan sosiologi dengan kehidupan masyarakat.
    D.    Sinopsis Isi
                Dalam buku ini isinya terbagi menjadi dua bagian. Adapun yang pertama dimulai dari bagian empat yaitu tentang stratifikasi sosial yang di dalamnya berisi pembahasan mengenai kelas sosial sampai dengan ras dan hubungan etnik. Dan yang kedua dimulai dari bagian lima yang membahas tentang  perubahan sosial dan kebijakan sosial. Adapun yang termasuk dalam pembahasan ini diantaranya tentang perubahan penduduk, perubahan komunitas (masyarakat), perilaku kolektif dan gerakan sosial serta perubahan sosial dan budaya. Saya akan menguraikan sedikit mengenai pembahasan tersebut.
    1.      Kelas Sosial
    Kelas sosial lahir sebagai akibat dari adanya pembagian jenis pekerjaan. Kelas sosial terdiri atas orang-orang yang memiliki status sosial yang sama dan saling menilai satu sama lainnya sebagai anggota masyarakat yang sederajat. Setiap kelas sosial merupakan suatu subkultur yang memiliki sejumlah sikap, kepercayaan, nilai, da norma perilaku yang berbeda dengan kelas sosial lainnya. Kelas sosial seseorang ditentukan oleh totalitas kedudukan sosial dan ekonominya dalam masyarakat. Kelas sosial membentuk pola-pola hidup individu; kelas sosial rendah cenderung bersikap liberal dalam kegiatan politik yang berkaitan dengan keuntungan ekonomi namun bersikap konservatif dalam menerima perubahan sosial lainnya. Kecenderungan sikap tersebut berlaku terbalik di kalangan kelas sosial atas.
    2.      Mobilitas Sosial
    Mobilitas sosial adalah peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial dan (biasanya) termasuk pula segi penghasilan, yang dapat dialami beberapa individu atau oleh keseluruhan anggota kelompok. Masyarakat yang bersistem kelas sosial terbuka mendorong terciptanya upaya untuk menaiki dan menuruni tangga mobilitas; sedang pada masyarakat yang besistem kelas sosial tertutup atau masyarakat yang bersistem kasta, status kelas sosial diperoleh melalui warisan dan sangat sulit diubah. Faktor-faktor individu, yang berkaitan dengan mobilitas, mencakup perbedaan kemampuan, perbedaan perilaku yang menunjang mobilitas(pendidikan, kebiasaan kerja, pola penundaan kesenangan, kemampuan “cara bermain”, dan kesenjangan nilai), serta faktor keberuntungan.
    3.      Ras dan Hubungan Etnik
    Ras dapat diartikan baik sebagai suatu kelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik yang sama, maupun sebagai suatu kelompok orang yang ciri-cirinya ditentukan oleh pengertian masyarakat. Istilah etnik bukan hanya mencakup kelompok-kelompok ras, melainkan juga mencakup kelompok-kelompok lain yang memiliki asal-muasal yang sama, dan mempunyai kaitan satu sama lainnya dalam segi agama, bahasa, kebangsaan, dan asal daerah.
    4.      Perubahan Sosial dan Kebijakan Sosial
    Demografi meliputi komposisi kelompok usia dan kelompok jenis kelamin penduduk, perpindahannya di dalam suatu negara atau antarnegara, dan laju pertumbuhan penduduk. Dalam banyak hal komposisi kelompok usia dan kelompok jenis kelamin penduduk mempengaruhi kehidupan sosial penduduk.
    Malthus mengemukakan bahwa pertumbuhan penduduk cenderung mengurangi persediaan pangan, menciptakan kelebihan penduduk, dan penderitaan, kecuali jika orang mampu mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan cara menunda perkawinan.
    Kebijakan kependudukan dapat berciri pronatalis, antinatalis, atau gabungan dari keduannya. Kebijakan pronatalis menghargai keluarga besar dan melarang atau membatasi penggunaan kontrasepsi, sterilisasi, dan aborsi. Kebijakan antinatalis menghargai orang yang memiliki keluarga kecil, dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk memperoleh kontrasepsi, serta mungkin pula aborsi.
    5.      Perubahan Komunitas (Masyarakat)
    Komunitas biasanya didefinisikan sebagai penduduk suatu wilayah yang dapat menjadi tempat terlaksananya segenap kegiatan kehidupan kelompok manusia itu. Orang desa berbeda dengan orang kota karena dahulu kondisi fisik dan sosial di desa berbeda dengan kondisi fisik dan sosial di kota. Isolasi komunitas desa tradisional, homogenitas, pekerjaan di bidang pertanian, dan ekonomi subsistensi cenderung menciptakan orang yang hemat, bekerja keras, konservatif, dan etnosentris.
    Keberadaan kota dimungkinkan oleh adanya surplus hasil pertanian yang disertai dengan peningkatan sarana transportasi. Perkembangan yang paling menonjol dalam segi struktur kota ialah munculnya daerah metropolitan, termasuk wilayah pinggiran kota, yang sekarang sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk kita dewasa ini.
    Kota merupakan gabungan dari beberapa wilayah alamiah yang secara terus menerus berubah melalui proses ekologi, konsentrasi, sentralisasi, desentralisasi, segregasi, invasi, dan suksesi. Kehidupan dan kepribadian urban dipengaruhi oleh kondisi fisik dan sosial kota-anonimitas, kepadatan penduduk, jarak sosial, dan keteraturan hidup.
    6.      Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial
    Perilaku kolektif merupakan ciri khas dari masyarakat berkebudayaan kompleks. Perilaku kolektif meliputi perilaku kerumunan, perilaku massa, dan gerakan sosial.
    Kerumunan adalah suatu kumpulan manusia sementara yang bertindak secara bersama-sama.
    Massa terdiri atas sejumlah orang yang terpisah-pisah yang memberikan respons terhadap suatu rangsangan yang sama secara sendiri-sendiri.
    Gerakan sosial merupakan cara-cara kolektif untuk menunjang atau menolak perubahan.
    7.      Perubahan Sosial dan Budaya
    Semua masyarakat mengalami perubahan secara terus-menerus. Teori evolusioner berpandangan bahwa semua masyarakat mengalami tahap-tahap perkembangan yang sama dan menuju ke tahap perkembangan akhir, yakni tahap di mana evolusi sosial berakhir. Teori siklus berpandangan bahwa semua masyarakat melalui siklus perubahan, yang akhirnya akan kembai ke titik awal, lalu mengulangi siklus yang sama. Teori fungsional dan teori konflik memusatkan perhatian pada pembahasan tentang kondisi dan proses perubahan.
    Unsur-unsur budaya baru lahir dari penemuan, invensi, atau melalui difusi dari masyarakat lain.
    E.     Kepengarangan
    Dr. Paul B. Horton meraih gelar Ph.D-nya dalam bidang sosiologi dari Ohio State University, dan lama menjadi Profesor Sosiologi di Western Michigan University. Selain menerbitkan banyak artikel dan tinjauan buku, Prof. Horton juga sudah mengarang sejumlah buku baik sendiri maupun bersama pengarang lain, termasuk The Sociology of Social Problems; Sociology and the Health Sciences; Programmed Learning Aid for Introductory Sociology; dan Introduction to the Social Sciences. Prof. Horton sekarang ini tinggal dan hidup dengan tenang di Arizona menikmati masa pensiunnya sebagai Profesor Sosiologi dari Western Michigan University, dan ajun profesor Sosiologi di Arizona State University. Alamatnya adalah 9821 Pineaire Drive, Sun City, Az 85351, USA.
    Dr. Chester L. Hunt memperoleh gelar Ph.D-nya dari University of Nebraska, dan lama menjadi profesor sosiologi di Western Michigan University. Selain di Western Michigan University mengajar juga di Nigeria dan Philippina. Prof. Hunt sudah menerbitkan banyak sekali artikel penelitian mengenai Hubungan Ras, Sosiologi Agama, dan Sosiologi Pembangunan. Buku-buku yang sudah dikarangnya, baik sendiri maupun bersama rekan lainnya, antara lain adalah Ethnic Dynamics; Social Aspects of Economic Development; Social Foundations of Community Development; dan Society and Culture in the Rural Philippines. Sekarang ini Dr. Hunt tinggal dan hidup dengan tenang di Arizona, menikmati masa pensiunnya sebagai Profesor Sosiologi dari Western Michigan University dan sebagai ajun profesor Sosiologi di Arizona State University. Alamatnya adalah: 10120 Bolivar Drive, Sun City, AZ 85351, USA.
    F.     Keunggulan dan Kekurangan
    Adapun keunggulan yang dimiliki buku ini diantaranya adalah bahasa yang digunakan penulis tidak berbelit-belit sehingga mudah dipahami. Buku ini juga menyediakan daftar istilah, jadi dengan adanya daftar istilah ini dapat memudahkan pembaca untuk mencari kata yang tidak dimengerti atau tidak diketahui maknanya. Selain itu buku ini juga menyediakan pertanyaan dan tugas sebagai pengayaan bagi pembaca sehingga pembaca akan lebih memahami materinya dan dapat menambah wawasan pembaca. Selanjutnya, daftar bacaan anjuran juga penulis sediakan untuk memudahkan pembaca mencari buku yang lain yang dapat menambah cakrawala pembaca atau sebagai penguat tentang materi yang dibahas. Buku ini juga dilengkapi contoh konkret yang berupa penelitian-penelitian. Buku ini juga memuat kutipan dan catatan kaki agar memberikan kesan bahwa sosiologi merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan dan disiplin yang ilmiah. Dan bukan plagiat.
    Adapun untuk kekurangannya terletak pada penulisan kata asing. Ada beberapa kata atau kalimat asing yang tidak ditulis miring. Seharusnya jika terdapat kata atau kalimat asing maka kata atau kalimat tersebut ditulis atau dicetak miring ( berdasarkan aturan Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan)
    G.    Penutup
    Menurut saya buku ini sangat bagus dibaca oleh para mahasiswa, karena penulis mengarang buku ini adalah untuk membantu menambah pengetahuan para mahasiswa di bidang sosiologi. Selain itu buku ini juga cocok dibaca oleh para guru dan dosen sebagai tambahan literatur.

Komentar

  1. Permisi, dimana Saudari membeli buku ini? Atau bolehkah saya membeli buku milik Anda ini? Saya mencari buku ini karena sangat saya butuhkan. Terima Kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf, saya baru hari ini buka blog saya.
      Buku ini saya pinjam di perpustakaan kampus saya, mas.

      Hapus
  2. Wah makasih ya udah posting ini~ cucok banget~

    BalasHapus

Posting Komentar