Ta'aruf VS Pacaran
Bismillahirrahmanirrahim
Kata ta'aruf dan pacaran mungkin sudah sering kita dengar. Ta'aruf sering dianggap sama dengan pacaran, padahal sebetulnya itu tidak sama. Ta'aruf jika dilihat dari segi bahasa artinya adalah mengenal. Ta'aruf adalah proses saling mengenal antara laki-laki dengan perempuan. Namun, sebelum seseorang melakukan ta'aruf, hendaknya ia terlebih dahulu untuk mengkhitbah atau melamarnya. Tujuan ta'aruf itu adalah untuk melaksanakan sunah Rasul yaitu menikah. Agar tidak terjadi "membeli kucing dalam karung" maka dilakukanlah ta'aruf supaya tidak ada penyesalan setelah menikah. Adapun cara mengenalnya bukanlah langsung tatap muka atau bertemu berdua. Tetapi proses mengenalnya adalah lewat perantara orang yang dipercayai jujur dan megetahui orang yang ingin dikenal tersebut. Misalnya ada laki-laki yang ingin mengenal seorang perempuan, maka sebaiknya sang laki-laki itu mencari seseorang yang dekat dengannya bisa juga orangtuanya tapi yang diyakini bahwa orang itu jujur, tidak menutupi sesuatu. Jika sang perempuan itu sesuai maka setelah itu bisa saja melihat langsung tapi hanya sebatas melihat orangnya. Kemudian nikahilah perempuan itu.
Jika ingin memilih pasangan sesuai dengan hadis Nabi Saw maka pilihlah karena agamanya. Karena jika seseorang itu megerti tentang agama insya Allah kehidupannya akan bahagia. Tetapi jika melihat dari segi fisiknya atau kekayaannya atau jabatannya maka semua itu tidak akan abadi yang suatu saat akan berkurang dan hilang.
Dalam proses ta'aruf itupun juga tidak ada saling telpon-telponan atau smsn kalau itu dilakukan sama saja dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang yang pacaran.
Berkenaan tentang pacaran, sebetulnya dalam Islam itu tidak ada istilah pacaran dan ta'aruf itu juga bukan pacaran. Dan tidak ada pacaran Islami. Mengapa pacaran tidak boleh, karena pacaran itu identik dengan berdua-duaan, pegangan, mesra-mesraan dsb. Padahal semua itu tidak boleh dilakukan sebelum resmi menjadi suami-istri. Dan hal demikian juga mendekati zina. Padahal di dalam Al-Qur'an sudah diterangkan bahwa "janganlah mendekati zina". Mendekati saja tidak boleh apalagi sampai melakukannya. Dan hendaknya kendalikanlah nafsu, agar bisa menahan diri dari pacaran.
Oleh karena itu, ikhwan dan akhwat fillah, jangan sampai kalian pacaran. Jika terlanjur pacaran maka putusilah ia. Agar kamu terhindar dari dosa. Karena pacaran itu, juga membuat hati kotor sebab mencintai seseorang yang belum halal baginya. Iya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa setiap orang memiliki rasa cinta dan pernah jatuh cinta. Tetapi alangkah baiknya perasaan itu ditahan sampai pada waktunya yaitu menikah. Jika sudah menikah maka tidak berdosa apabila kita mencintai pasangan kita.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Tulisannya bukan hanya untuk dibaca tapi juga untuk direnungi. Yang baiknya silahkan diambil. Jika ada kata yang menyinggung perasaan saya minta maaf. Saya hanya ingin berbagi dan agar kita tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Wallahu alam
Komentar
Posting Komentar